
Wujudkan Generasi Emas 2045, Persagi Tuban Gelar Edukasi Gizi Serentak di UPT SMP Negeri 3 Tuban

TUBAN – Rabu, 21 Januari 2026, Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Tuban menggelar aksi nyata melalui program Edukasi Gizi serentak. Gerakan edukasi ini dilaksanakan secara simultan di tujuh titik lokasi sekolah yang tersebar di wilayah Tuban. Ketujuh sekolah yang menjadi sasaran program strategis ini adalah:
- UPT SMP Negeri 3 Tuban
- SMP Negeri 4 Tuban
- SMP Negeri 7 Tuban
- SMP Negeri 1 Semending
- SMPIT Al Uswah Tuban
- SMP Techno Insan Kamil Tuban
- SMP Muhammadiyah 1 Tuban
Langkah serentak ini menunjukkan komitmen kuat Persagi Tuban untuk menjangkau remaja sekolah secara lebih luas dan merata demi perbaikan status gizi di Kabupaten Tuban.
Di seluruh lokasi, termasuk di enam sekolah lainnya, materi yang disampaikan fokus pada pentingnya gizi seimbang, pedoman penerapan “Isi Piringku”, serta bahaya anemia bagi prestasi belajar dan kesehatan jangka panjang remaj a.
Antusiasme di UPT SMP Negeri 3 Tuban
Salah satu lokasi utama kegiatan, UPT SMP Negeri 3 Tuban (Spega), menjadi saksi antusiasme para siswa. Di lokasi ini, Persagi menerjunkan tim yang terdiri dari 5 edukator gizi berpengalaman diantaranya ; 1. Alta Dwi Diniengga Brayien, S.Gz . 2. Erfa Marfu’atun Muthohharoh R, A.Md . GZ 3. Atiskatiwi, S.Gz 4. Faizar Abidillah 5. Diah Krisni Mahendrani, S.Tr.Gz untuk memberikan materi secara mendalam.
Mengusung tema besar “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, acara ini menyoroti pentingnya asupan nutrisi seimbang bagi remaja sebagai fondasi utama menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia.
Sinergi Ahli Gizi dan Sekolah
Suasana antusias terlihat di aula UPT SMP Negeri 3 Tuban saat lima orang edukator gizi profesional dari Persagi Tuban hadir memberikan pendampingan intensif. Kegiatan ini tidak hanya sekedar penyuluhan satu arah, melainkan diskusi interaktif yang melibatkan peserta secara aktif.
Target utama dari edukasi ini adalah para Kader Kesehatan Remaja (KKR) Spega. Sebagai ujung tombak kesehatan di lingkungan sekolah, para kader ini diharapkan mampu menjadi panutan dan pendidik sebaya (pendidik sebaya) bagi teman-teman sekolahnya terkait pola makan sehat.
“Momentum HGN ke-66 di tahun 2026 ini sangat krusial. Kami menerjunkan lima edukator terbaik untuk memastikan para remaja, khususnya di SMPN 3 Tuban, memahami bahwa apa yang mereka makan hari ini menentukan kualitas SDM Indonesia di tahun 2045 nanti,” ujar perwakilan tim edukator Persagi di sela-sela acara.
Fokus Materi: Gizi Remaja dan Pencegahan Masalah Kesehatan
Dalam sesi pemaparan, para edukator Persagi menekankan beberapa poin penting yang relevan dengan kondisi remaja saat ini, antara lain:
- Pentingnya Sarapan Sehat: Mengubah kebiasaan remaja yang sering melewatkan makan pagi.
- Pencegahan Anemia: Khususnya bagi remaja putri, sebagai langkah pencegahan jangka panjang menekan angka stunting di masa depan.
- Isi Piringku: Edukasi visual mengenai porsi karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang ideal.
Peran Aktif UKS dan KKR Spega
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari pendampingan penuh Tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Spega. Sinergitas antara pihak sekolah dan organisasi profesi kesehatan dinilai sebagai langkah efektif dalam membangun ekosistem sekolah yang sehat.
Para peserta dari KKR Spega tampak aktif mencatat dan mengajukan pertanyaan penting mengenai mitos dan fakta seputar gizi remaja. Semangat ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga prima secara fisik.
Harapan Menuju 2045
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini ditutup dengan komitmen bersama antara Persagi, Tim UKS, dan KKR Spega untuk terus mengampanyekan gaya hidup sehat secara berkelanjutan
Dengan adanya edukasi gizi serentak ini, diharapkan UPT SMP Negeri 3 Tuban dapat menjadi sekolah percontohan dalam penerapan gizi seimbang, sekaligus berkontribusi nyata dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, tangguh dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.







