
Perkuat Kompetensi Guru dalam Menyusun Pembelajaran Bermakna dan Lembar Kerja Murid Berkualitas
Tuban, 21 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mewujudkan pembelajaran yang semakin berkualitas, UPT SMP Negeri 3 Tuban menyelenggarakan Review Kurikulum dan Workshop Pengembangan Pembelajaran serta Penyusunan Lembar Kerja Murid (LKM) selama empat hari, mulai 18–21 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mempersiapkan implementasi pembelajaran pada Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan berlandaskan data, refleksi, dan kolaborasi seluruh pendidik.
Workshop dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala UPT SMP Negeri 3 Tuban, Ibu Dian Setyarini, S.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai penggerak utama pembelajaran di kelas.
"Kurikulum bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan arah dan pedoman untuk menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berpihak kepada murid. Melalui workshop ini saya berharap seluruh guru mampu melakukan refleksi, berkolaborasi, dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai dasar pengambilan keputusan, setiap program yang kita susun diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sekolah," ujar Ibu Dian Setyarini, S.Pd.
Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh Ibu Yuyun Sriwahyuni, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Pembelajaran, yang memimpin proses review kurikulum sekaligus pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran bagi seluruh guru.
Dalam laporannya, Ibu Yuyun menyampaikan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya untuk menyusun administrasi pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang belajar bersama agar guru mampu menghasilkan perangkat ajar yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan dunia pendidikan.
Kegiatan menghadirkan Bapak Pengawas Sekolah Bapak Tri Haryanto,M.Pd sebagai narasumber utama sekaligus pendamping akademik. Dalam penyampaian materinya, beliau memberikan penguatan mengenai implementasi kurikulum, peningkatan kualitas proses pembelajaran, pemanfaatan data pendidikan, serta strategi penyusunan perangkat ajar yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Menurut beliau, guru perlu membangun budaya refleksi yang berkelanjutan sehingga setiap proses pembelajaran selalu mengalami penyempurnaan berdasarkan data dan hasil evaluasi.
Mengawali dengan Review Rapor Pendidikan
Hari pertama workshop difokuskan pada kegiatan review Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu sekolah. Seluruh guru melakukan analisis terhadap berbagai indikator capaian sekolah sehingga memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi satuan pendidikan.
Beberapa indikator yang menjadi fokus pembahasan meliputi:
- capaian literasi peserta didik;
- capaian numerasi;
- karakter peserta didik;
- kualitas proses pembelajaran;
- kompetensi pendidik;
- iklim keamanan sekolah;
- budaya inklusif dan kebinekaan;
- kepemimpinan pembelajaran;
- tata kelola sekolah.
Melalui analisis tersebut, guru bersama tim manajemen sekolah mengidentifikasi berbagai kekuatan yang telah dimiliki sekolah sekaligus menentukan prioritas perbaikan yang akan menjadi program kerja selama Tahun Pelajaran 2026/2027.
Pemanfaatan Rapor Pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan karena seluruh program pengembangan sekolah disusun berdasarkan kondisi nyata yang tercermin dalam data, bukan hanya berdasarkan asumsi.
Menyusun Pembelajaran yang Berpihak kepada Murid
Memasuki hari kedua dan ketiga, peserta mengikuti workshop pengembangan pembelajaran yang berfokus pada penyusunan perangkat ajar yang selaras dengan karakteristik peserta didik serta kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Materi yang dibahas meliputi:
- penguatan implementasi kurikulum;
- penyusunan tujuan pembelajaran;
- penyelarasan asesmen dengan tujuan pembelajaran;
- strategi pembelajaran aktif;
- pembelajaran berdiferensiasi;
- pembelajaran berbasis proyek;
- penguatan literasi dan numerasi;
- integrasi pendidikan karakter;
- pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijaksana dalam pembelajaran.
Para guru berdiskusi secara aktif untuk saling berbagi praktik baik yang telah diterapkan di kelas. Setiap mata pelajaran diberikan kesempatan menyusun perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik.
Menghasilkan Lembar Kerja Murid yang Lebih Inovatif
Salah satu hasil utama workshop adalah penyusunan Lembar Kerja Murid (LKM) yang dirancang lebih kontekstual, menarik, dan mendorong peserta didik belajar secara aktif.
LKM yang dikembangkan memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:
- berbasis aktivitas belajar;
- memuat permasalahan kontekstual;
- mengembangkan kemampuan berpikir kritis;
- melatih kreativitas dan kolaborasi;
- memberikan ruang refleksi kepada murid;
- memuat asesmen formatif sebagai umpan balik pembelajaran.
Setiap kelompok guru kemudian mempresentasikan hasil penyusunan LKM untuk memperoleh masukan dari narasumber dan peserta lain sehingga perangkat yang dihasilkan benar-benar siap digunakan dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi Guru Menjadi Kunci Peningkatan Mutu
Suasana workshop berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Guru-guru dari berbagai mata pelajaran aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, memberikan masukan, hingga melakukan penyempurnaan perangkat pembelajaran secara kolaboratif.
Bapak Pengawas Sekolah menegaskan bahwa kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi terutama oleh kemampuan guru menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk terus membangun budaya belajar sepanjang hayat, memanfaatkan hasil refleksi pembelajaran, serta menjadikan komunitas belajar sebagai wadah berbagi praktik baik di lingkungan sekolah.
Komitmen Bersama Mewujudkan Pendidikan Berkualitas
Berakhirnya workshop pada 21 Juli 2026 menjadi awal bagi implementasi berbagai hasil yang telah disusun selama kegiatan berlangsung. Seluruh perangkat pembelajaran yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, inklusif, dan berdampak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.
Melalui kegiatan ini, UPT SMP Negeri 3 Tuban kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, pemanfaatan data Rapor Pendidikan, serta pengembangan pembelajaran yang berpihak kepada murid.
Dengan semangat kolaborasi dan budaya belajar yang terus tumbuh, UPT SMP Negeri 3 Tuban optimistis mampu mewujudkan visi sekolah sebagai satuan pendidikan yang "Unggul, Religius, dan Berbudaya Lingkungan", sekaligus mengimplementasikan motto "Spega Bisa, Spega Luar Biasa" dalam setiap proses pembelajaran demi mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.












